Tampilkan postingan dengan label MUKTAMAR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MUKTAMAR. Tampilkan semua postingan
[elfaqir17]-Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2015-2020 akan dikukuhkan di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (5/9) pagi. Acara akan dirangkai dengan sholawat dan istighosah untuk keselamatan bangsa.

“Insya Allah besok dilaksanakan pengukuhan kepengurusan PBNU masa khidmat 2015-2020 hasil Muktamar Ke-33 NU di Jombang,” kata Sekretaris Jenderal PBNU H A Helmy Faishal Zaini dalam rilisnya, Jumat (4/9).

Helmy menambahkan PBNU ke depan akan fokus di 3 bidang ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Maka dari itu, pengukuhan PBNU mengangkat tema ‘Dengan Doa dan Sholawat Kita  Perkokoh Ukhuwah Wathoniyah Menuju Indonesia Makmur dan Sejahtera’.

“Kami mengajak umat Islam untuk mendoakan kedamaian dan keamanan Indonesia di tengah-tengah gejolak ekonomi dunia dan dalam negeri,” tuturnya.

Selain itu, lanjut Helmy, pengukuhan PBNU besok dijadikan momentum untuk merangkul kaum muda perkotaan yang kurang mengetahui Nahdlatul Ulama. Mereka, Helmy, menambahkan harus dijadikan NU.

“Jadi sangat penting bagaimana kita membuat pola transformasi yang bisa masuk ke lapis anak muda. Mereka juga harus jadi NU, paling tidak punya kesadaran tentang NU.”

Acara pengukuhan PBNU besok akan dihadiri Wakil Presiden RI H. Jusuf Kalla dan menteri kabinet kerja. Rangkaian acara pengukuhan akan dimulai pukul 10.00 sampai 15.00 WIB. (Red Alhafiz K)
[elfaqir17]-Muktamar NU, di Yogyakarta, 1989. Kiai Muhammad Ahmad Sahal Mahfudh dengan penampilannya yang (sangat) sederhana mau memasuki gedung acara. Beliau, seperti biasa, datang tepat waktu bahkan sebelum acara dimulai.

Sebelumnya, Banser yang menjadi penjaga gedung telah dikasih kabar kalau Kiai Sahal bakal rawuh. Dalam bayangan Banser yang sama sekali belum pernah bertemu maestro fiqh sosial itu, Kiai Sahal adalah sosok kiai yang gagah, dikawal pendereknya, dan memakai sorban melilit kepala.

Begitu Kiai Sahal rawuh dengan penampilannya yang bersahaja, Banser curiga, ini jelas tak sesuai ekspektasi dan bayangan mereka.

“Bapak siapa?”

“Saya Sahal.”

Si Banser menatap lekat-lekat pria di depannya, dari ujung kaki hingga pucuk kepala. Kesimpulannya, pria di depannya ini menurut Banse yang berjaga bukan Kiai Sahal Mahfudh. Wong kiai kok penampilannya nggak meyakinkan begitu." Pikir Banser tersebut

“Oh, jadi begini pak. Mungkin bapak bisa nunggu di luar gedung dulu ya pak…” si Banser ini bermaksud mengusir Kiai Sahal dengan halus.

Di dalam gedung, panitia ketar-ketir menunggu Kiai Sahal yang nggak juga tiba. Salah seorang panitia akhirnya bertanya ke Banser apakah ada pria bernama Sahal mau masuk. “Ya, kang. Ada, tadi. Orang biasa saja. Kayaknya bukan kiai. Wong nggak pakai sorban di kepalanya gitu.”

“Aduh, mati aku.” sahut panitia yang langsung melesat mencari Kiai Sahal di sekitar gedung dan menemukannya duduk santai bersama penjual dawet!

“Lha wong tadi nggak boleh masuk sama Banser dan diminta nunggu di sekitar gedung, ya wis. Saya manut sama Banser.” jawab Kiai Sahal sambil tersenyum. (Rijal MZ)

sumber: Fans page Dukung NU Mendirikan TV NU Nusantara
resep donat empuk ala dunkin donut resep kue cubit coklat enak dan sederhana resep donat kentang empuk lembut dan enak resep es krim goreng coklat kriuk mudah dan sederhana resep es krim coklat lembut resep bolu karamel panggang sarang semut