Urgensi Mahasiswa ala Aswaja

by 07.23.00 0 komentar
[elfaqir17]-Sebagai bentuk dari fungsi  mahasiswa sebagai agent  of changes maka mahasiswa  haruslah berilmu yang bermanfaat.  Dimaksudkan bahwa di atas  kata mahasiswa maka sudah  bukan lagi berpikir seperti ketika  menjadi siswa, setingkat bermaqom  lebih tinggi daripada  siswa. Maka dari itu,  mahasiswa diharapkan dapat  membawa sebuah perubahan  karena sebuah pengamalan  dari beberapa ilmu yang  mereka dapatkan dalam  bangku  sekolah hingga bangku  kuliah.

Apabila dalam taraf  pembelajaran sekolah, sebagai  siswa masih suka  membandel, nakal, bahkan  diluar kontrol dari  semua itu. Tetapi  beranjak ke maqomat  yang lebih tinggi sebagai  mahasiswa maka sudah  selayaknya hal-hal  tersebut mulai dihilangkan.  Perubahan harus berada  di titik tumpu dalam  dirinya sendiri. Ketika  sudah dapat merubah kebiasaan-kebiasaan buruk  maka mahasiswa tingkat  ini mendapatkan julukan  agent of changes.  Tidak semua mahasiswa  dapat menjadi agent of changes  karena keterbatasan pribadinya  untuk mampu merubah  dirinya sendiri.

Niat merupakan hal yang  mendasar harus dilakukan  oleh mahasiswa (orang  yang belajar atau  menuntut ilmu). Niat  menjadi paradigma mendasar  karena mencari ridho  Allah itu merupakan  hal utama dan hanya  karena Allah-lah ilmu  itu diberikan. Mahasiswa  tidak hanya dapat  memberontak dengan daya  kritisnya tetapi harus  peka juga terhadap  nilai spiritualitas sebagai  penyeimbang daya tawar  dalam diri mahasiswa sendiri.

Menghilangkan kebodohan adalah  alur kedua paradigma  yang ditekankan kepada  mahasiswa. Dalam hal  ini terdapat dua cabang  nilai kebodohan, pertama  adalah nilai kebodohan  dalam diri sendiri dan  kedua adalah nilai kebodohan  yang terdapat dalam masyarakat.  Seperti inilah alur  utama dari mahasiswa.  Mengapa mahasiswa harus  aktif dan harus menjadi  agent of changes? Dengan ilmu yang  telah dibawa sejak  bangku sekolah hingga  bangku kuliah maka dengan  itu sepantasnya sebagai  mahasiswa adalah orang  yang berilmu. Tetapi  dalam hal ini  mahasiswa juga dituntut  untuk beramal berupa  mengajarkan ilmu itu kepada  orang lain atau masyarakat.  Organisasi mahasiswa salah  satu jalan yang berada  di alur paradigma nomor  dua ini. Jadi, setelah  mendapat  ridho  dari  Allah,   mahasiswa juga harus  bermanfaat bagi masyarakat  dengan ilmunya tersebut.

Aspek yang berhubungan  antara mahasiswa dengan  spiritual (niat) tentu  akan menghasilkan alur  paradigma ketiga yakni  menghidupkan dan mengokohkan  agama. Mahasiswa yang seimbang  ilmunya antara dunia dan  akhiratnya tentu menjadi  daya tawar bagi  dirinya. Kokohnya spiritualitas  dalam diri individu  mahasiswa tentu menjadikan  dirinya matang. Individu  tersebut pun akan  kerap berkumpul dan  berkelompok pada majelis-majelis  taklim ataupun sholawat.  Hal ini tentu menghidupkan  agama dan juga mengokohkan  agama bahkan akan  berdampak pada kokohnya  suatu bangsa atau  negara. Hal itu didasari  oleh Hubbul Wathon  minal Iman, keimanan  atau keteguhan agama  mahasiswa pun akan  berpengaruh pada kecintaannya  kepada bangsa dan negaranya.

Paradigma terakhir atau  keempat adalah jaminan  desa akhirat. Sesuatu  perbuatan yang bermanfaat  bagi ilmu yang diridhoi oleh  Allah adalah sebuah jaminan  atas kehidupan di akhirat kelak.  Terlebih ilmu tersebut   bermanfaat bagi khalayak  umum yang semula bodoh  menjadi berpengetahuan. Hal  yang diterapkan oleh mahasiswa  sebagai agent of changes.  Allah SWT tentu menganjar  hal tersebut sebagai  perbuatan yang positif,  amal yang diridhoi  olehNya melalui ilmu-ilmu  yang Ia berikan. 

Untuk itulah mahasiswa  haruslah bersyukur kepada  Allah atas ilmu-ilmu yang  Ia berikan karena  sejatinya manusia diberikan  akal untuk berpikir dan  mengolah ilmu. Daya  pikir akan berpengaruh  pada tingkatan kepandaian,  maka setiap orang  tidaklah sama, untuk  itulah mengapa harus  bersyukur. Setiap mahasiswa  akan mempunyai kepandaian  yang berbeda-beda, bersyukur  adalah salah satu  cara agar tidak timbulnya  rasa iri kepada mahasiswa  lain yang lebih  pandai. Selain itu pun  harus bersyukur atas  karunia badan yang  sehat, karena ada badan yang sehat manusia  dapat bersekolah hingga  merasakan kuliah. Keterbatasan  sehat tentu akan menjadi  penghambat dalam mencari  ilmu. Untuk itulah harus  disyukuri atas nikmat  badan yang sehat.  

Oleh : Mazdan Maftukha

Salam Santri Kampus  dan Santri Kampung 
------------------------------------------------------
Daftar Pustaka : Kitab Qomi' Ath  Thughyan

Unknown

Developer

Cras justo odio, dapibus ac facilisis in, egestas eget quam. Curabitur blandit tempus porttitor. Vivamus sagittis lacus vel augue laoreet rutrum faucibus dolor auctor.

0 komentar:

Posting Komentar

resep donat empuk ala dunkin donut resep kue cubit coklat enak dan sederhana resep donat kentang empuk lembut dan enak resep es krim goreng coklat kriuk mudah dan sederhana resep es krim coklat lembut resep bolu karamel panggang sarang semut