[elfaqir17]-Sebagai bentuk dari fungsi mahasiswa sebagai agent of changes maka mahasiswa
haruslah berilmu yang bermanfaat. Dimaksudkan bahwa di atas
kata mahasiswa maka sudah bukan lagi berpikir seperti ketika
menjadi siswa, setingkat bermaqom lebih tinggi daripada
siswa. Maka dari itu, mahasiswa diharapkan dapat
membawa sebuah perubahan karena sebuah pengamalan
dari beberapa ilmu yang mereka dapatkan dalam bangku
sekolah hingga bangku kuliah.
Apabila dalam taraf
pembelajaran sekolah, sebagai siswa masih suka
membandel, nakal, bahkan diluar kontrol dari semua itu. Tetapi
beranjak ke maqomat yang lebih tinggi sebagai mahasiswa maka sudah
selayaknya hal-hal tersebut mulai dihilangkan. Perubahan harus berada
di titik tumpu dalam dirinya sendiri. Ketika
sudah dapat merubah kebiasaan-kebiasaan buruk maka mahasiswa tingkat
ini mendapatkan julukan agent of changes. Tidak semua mahasiswa dapat menjadi agent of changes karena keterbatasan pribadinya untuk mampu merubah dirinya sendiri.
Niat merupakan hal yang
mendasar harus dilakukan oleh mahasiswa (orang yang belajar atau
menuntut ilmu). Niat menjadi paradigma mendasar karena mencari ridho
Allah itu merupakan hal utama dan hanya karena Allah-lah ilmu
itu diberikan. Mahasiswa tidak hanya dapat memberontak dengan daya
kritisnya tetapi harus peka juga terhadap nilai spiritualitas sebagai
penyeimbang daya tawar dalam diri mahasiswa sendiri.
Menghilangkan kebodohan adalah
alur kedua paradigma yang ditekankan kepada mahasiswa. Dalam hal
ini terdapat dua cabang nilai kebodohan, pertama
adalah nilai kebodohan dalam diri sendiri dan
kedua adalah nilai kebodohan yang terdapat dalam masyarakat.
Seperti inilah alur utama dari mahasiswa. Mengapa mahasiswa harus
aktif dan harus menjadi agent of changes? Dengan ilmu yang
telah dibawa sejak bangku sekolah hingga bangku kuliah maka dengan
itu sepantasnya sebagai mahasiswa adalah orang yang berilmu. Tetapi
dalam hal ini mahasiswa juga dituntut untuk beramal berupa
mengajarkan ilmu itu kepada orang lain atau masyarakat.
Organisasi mahasiswa salah satu jalan yang berada
di alur paradigma nomor dua ini. Jadi, setelah mendapat ridho dari
Allah, mahasiswa juga harus bermanfaat bagi masyarakat
dengan ilmunya tersebut.
Aspek yang berhubungan
antara mahasiswa dengan spiritual (niat) tentu akan menghasilkan alur
paradigma ketiga yakni menghidupkan dan mengokohkan
agama. Mahasiswa yang seimbang ilmunya antara dunia dan
akhiratnya tentu menjadi daya tawar bagi
dirinya. Kokohnya spiritualitas dalam diri individu
mahasiswa tentu menjadikan dirinya matang. Individu tersebut pun akan
kerap berkumpul dan berkelompok pada majelis-majelis
taklim ataupun sholawat. Hal ini tentu menghidupkan
agama dan juga mengokohkan agama bahkan akan berdampak pada kokohnya
suatu bangsa atau negara. Hal itu didasari oleh Hubbul Wathon
minal Iman, keimanan atau keteguhan agama mahasiswa pun akan
berpengaruh pada kecintaannya kepada bangsa dan negaranya.
Paradigma terakhir atau
keempat adalah jaminan desa akhirat. Sesuatu
perbuatan yang bermanfaat bagi ilmu yang diridhoi oleh
Allah adalah sebuah jaminan atas kehidupan di akhirat kelak.
Terlebih ilmu tersebut bermanfaat bagi khalayak
umum yang semula bodoh menjadi berpengetahuan. Hal
yang diterapkan oleh mahasiswa sebagai agent of changes.
Allah SWT tentu menganjar hal tersebut sebagai
perbuatan yang positif, amal yang diridhoi olehNya melalui ilmu-ilmu
yang Ia berikan.
Untuk itulah mahasiswa
haruslah bersyukur kepada Allah atas ilmu-ilmu yang Ia berikan karena
sejatinya manusia diberikan akal untuk berpikir dan
mengolah ilmu. Daya pikir akan berpengaruh pada tingkatan kepandaian,
maka setiap orang tidaklah sama, untuk itulah mengapa harus
bersyukur. Setiap mahasiswa akan mempunyai kepandaian
yang berbeda-beda, bersyukur adalah salah satu
cara agar tidak timbulnya rasa iri kepada mahasiswa lain yang lebih
pandai. Selain itu pun harus bersyukur atas karunia badan yang
sehat, karena ada badan yang sehat manusia dapat bersekolah hingga
merasakan kuliah. Keterbatasan sehat tentu akan menjadi
penghambat dalam mencari ilmu. Untuk itulah harus
disyukuri atas nikmat badan yang sehat.
Oleh : Mazdan Maftukha
Salam Santri Kampus dan Santri Kampung
------------------------------------------------------
Daftar Pustaka : Kitab Qomi' Ath Thughyan


0 komentar:
Posting Komentar